3 Cara Mengendarai Mobil Manual saat Macet di Tanjakan Jalan

Pada umumnya pengemudi yang baru bisa mengendarai memiliki tantangan tersendiri. Mulai dari jalanan macet, jalanan hujan, ataupun jalan menanjak. Selain dibutuhkan konsentrasi tinggi, kondisi tanjakan dalam kondisi macet memiliki cara khusus.

Kunci utama cara mengendarai mobil manual saat macet di tanjakan adalah jangan panik. Jika panik, justru praktek saat menemukan kondisi ini akan buyar. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

  • Mobil transmisi manual senantiasa pada tenaga puncaknya dengan menggunakan gigi 1 dan 2.
  • Memainkan rem tangan seefisien mungkin.
  • Jika memang diharuskan berhenti, maka ada berbagai cara berhenti di jalan tanjakan yang dapat Anda gunakan. 3 (tiga) teknik atau cara berhenti di tanjakan yang umum digunakan, yaitu: berhenti dengan rem tangan, berhenti dengan rem kaki, berhenti dengan setengah kopling atau kombinasi antara gas dan kopling.

Berhenti dengan Menggunakan Rem Tangan

Cara alternatif mudah bagi pengemudi yang baru saja ingin mempelajari cara mengendarai mobil di tanjakan ialah menggunakan rem tangan. Urutan dalam menggunakan teknik ini adalah:

  • Kaki kanan stand-by di pedal gas, kaki kiri menginjak pedal kopling secara penuh.
  • Posisi presneling masuk gigi 1, lalu tangan kiri Anda bersiap melepas rem tangan yang aktif.
  • Mulai berjalan injak pedal gas sedikit demi sedikit sambil kurangi injakan pedal kopling. Turunkan rem tangan perlahan.
  • Pada saat sudah berjalan pastikan rem tangan benar-benar sudah tidak aktif.

Mobil tidak menyentak ketika mulai berjalan di tanjakan dengan menggunakan rem tangan ini, sebab kaki kanan Anda lebih dapat mengontrol pedal gas karena sudah stand-by dari awal di posisi pedal gas, posisi mobil juga tidak mundur sedikit pun terbantu rem tangan. Kekurangannya adalah Anda harus memastikan rem tangan benar-benar berfungsi dengan baik dikarenakan rem tangan hanya mengandalkan kedua roda belakang. Terkadang pada kondisi tanjakan ekstrim dan muatan penuh, rem tangan mobil tetap tidak mampu untuk menjaga mobil dalam posisi diam.

Berhenti dengan Menggunakan Rem Kaki

Cara ini bisa dilakukan ketika Anda akan berhenti dengan waktu sebentar pada tanjakan yang tidak terlalu tinggi.

  • Kaki kanan injak rem kaki, kaki kiri injak pedal kopling hingga dalam. Pastikan posisi presneling masuk ke gigi 1.
  • Segera pindahkan kaki kanan ke pedal gas dengan cepat, lalu kaki kiri melepas kopling perlahan.

Anda perlu perhatikan pedal kopling. Masing-masing mobil memiliki setelan kopling yang berbeda-beda. Terkadang ada mobil manual yang bisa berjalan setelah kopingnya dilepas setengah injakan, ada yang sudah bisa berjalan dengan injakan pedal kopling sudah dilepas 1/4-nya saja. Hal ini berguna sehingga saat kaki kanan melepas pedal rem, maka kaki kiri segera melepas pedal kopling secara perlahan, diikuti kaki kanan yang menambah injakan pedal gas.

Berhenti dengan Setengah Kopling

Jika Anda diharuskan berhenti dalam waktu yang cukup singkat dan tanjakan tidak terlalu tinggi.

  • Hentikan laju kendaraan dengan cara menginjak pedal kopling dan menahan pedal gas sampai mobil berhenti.
  • Saat hendak jalan, lepaskan pedal kopling perlahan sambil menekan pedal gas.

 

Namun, cara ini kurang disarankan karena memiliki kekurangan, yakni boros bahan bakar dan kampas kopling cepat habis.

Tanamkan pada diri untuk yakin bisa melewati tanjakan, selain itu Anda akan bisa semakin lancar hanya dengan terus berlatih. Pastikan kendaraan dan keselamatan diri Anda sudah terdaftar dan masuk ke dalam asuransi mobil pilihan Anda. Saat ini pun Anda tidak perlu khawatir lagi, beberapa jenis asuransi terbaik memiliki opsi asuransi mobil all risk atau kerusakan total.

Brand – Istimewa. Image by google

Leave a Comment